Branding Sekolah = Kemasan Sekolah?

Menyukai dunia pendidikan, strategi branding dan marketing untuk sekolah dan lembaga serta secangkir kopi hitam tanpa gula. Kenalan yuk!

2 menit

Ada yang bilang, buat apa sekolah di branding-branding-in, dijual-jual?? Pendidikan bukan untuk komersil woiiii!!

Pernahkah anda mendengar ungkapan atau opini tersebut?

Apa betul sekolah yang notabene institusi pendidikan tidak boleh dipromosikan, dimarketingkan, dibranding?

Seolah-olah kita telah mengkapitalisasi pendidikan. Membuat privatisasi pendidikan untuk orang-orang tertentu.

Branding sekolah, bukan hanya pekerjaan sehari dua hari. Namun, pekerjaan yang diramu waktu dan pengalaman panjang. Seperti perjalanan, walimurid yang menjadi tolak ukur, branding dan marketing sekolah kita berhasil atau sebaliknya.

Perjalanan dan pengalaman walimurid sedari dia mendaftarkan anaknya disekolah kita sampai anaknya lulus dari sekolah kita. Sejauh itu pula proses branding itu dilakukan.

Pernahkah anda mendengar ungkapan,

Kejahatan yang dibungkus dengan indah lebih menarik daripada kebaikan yang tidak terbungkus dengan indah. Kejahatan terstruktur bisa mengalahkan kebaikan yang tercerai-berai.

Anonim

Jika memang keburukan dan kejahatan bisa dikemas dengan indah dan membuat manusia terlena. Mengapa kita juga tidak membuat indah, kebaikan-kebaikan?

Melakukan packaging (mengemas) kebaikan dengan kemasan yang indah, baik dan menarik tentu akan mengundang kebaikan yang lain berdatangan.

Seperti itulah, perumpamaan saat sekolah kita melakukan proses branding. Proses memperbaiki dan memperindah citra. Bukan pencitraan yang direkayasa, tetapi pembuktian nilai kebaikan dalam kemasan yang indah dan menarik.

Saat walimurid dan masyarakat melihat citra sekolah kita baik dan indah serta layak di-endorse ke lainnya. Tentu itu lebih baik bukan, daripada nilai kebaikan sekolah tidak terpublikasi dan akhirnya sekolah terpaksa berakhir karena ketiadaan siswa minimal. Kebaikan pun terhenti.

Menyiapkan kemasan menarik, meningkatkan kualitas nilai di dalamnya dan tentu saja penyajian komunikasi yang layak akan membuat brand lembaga atau sekolah mempunyai tempat yang spesial di masyarakat.

Baca juga  6 Tips Konten Media Sosial untuk Sekolah dan Yayasan Selama PSBB

Bagaimana menurut anda?

Dapatkan info terbaru
melalui email..

Leave a Reply