Apakah Branding sekolah = Marketing sekolah?

Menyukai dunia pendidikan, strategi branding dan marketing untuk sekolah dan lembaga serta secangkir kopi hitam tanpa gula. Kenalan yuk!

2 menit

Berbicara tentang branding sekolah maka kita berbicara banyak tentang proses pembetukan pengalaman walimurid dan masyarakat terhadap layanan yang diberikan sekolah.

Bagaimana dengan marketing sekolah?

Marketing sekolah dan branding sekolah mempunyai irisan yang cukup besar, dimana walimurid sama-sama menjadi target dari proses aktivitas keduanya.

Jika branding sekolah berfokus pada persepsi walimurid, maka marketing sekolahpun juga sebagian berfokus pada kepuasan walimurid, dengan tujuan agar walimurid menjadi advocate customer. Walimurid yang menjadi referensi dan corong publikasi dari program layanan sekolah, tanpa perlu adanya kontribusi atau konsekuensi materi.

Advocate customer terbentuk dari kepuasan walimurid dan bisa juga masyarakat terhadap layanan yang diberikan sekolah.

Sudut Pandang Branding Sekolah

Dari sudut pandang branding sekolah, hal ini berarti value sekolah telah terkomunikasikan dengan baik. Sedangkan dari sudut pandang marketing sekolah, hal ini berarti berpeluang menambah leads (calon customer atau calon walimurid).

Kesamaan dari branding dan marketing membuat keduanya terkadang tidak bisa dipisahkan. Konsekuensinya, tim yang diamanahkan untuk marketing bisa sekaligus mempunyai fungsi branding sekolah.

branding dan marketing sekolah
Sumber: brandingcompass.com

Bagaimana penerapannya?

Penerapan yang paling sederhana adalah dengan memaksimalkan channel yang dimiliki untuk menentukan strategi branding sekolah maupun marketing sekolah.

Artinya, dengan menggunakan channel yang sama, semisal media sosial. Akrivitasnya bisa kita kategorikan dan dibagi untuk keperluan branding sekolah, dan marketing sekolah (publikasi ataupun promosi program).

Optimalisasi channel media sosial, kembali pada target yang ditentukan. Apakah untuk meningkatkan brand awareness (audiens menyadari keberadaan brand sekolah) atau meningkatkan jumlah pengunjung website sekolah untuk bisa di konversi menjadi leads (calon walimurid yang potensial).

Baca juga  4 Website Gratis Bikin PowerPoint Super Duper Keren!

Nah, sudah tergambar seperti apa branding dan marketing sekolah dan penerapan sederhananya?

Bagaimana dengan strategi branding sekolah dan marketing sekolah yang anda pilih? Apakah memperbanyak frekuensi aktivitas brand awareness atau edukasi dan publikasi yang mengarah pada program sekolah?

Mari diskusi di panel komentar.

Dapatkan info terbaru
melalui email..

Leave a Reply