Bagaimana Branding Sekolah dengan Jejak Review?

Menyukai dunia pendidikan, strategi branding dan marketing untuk sekolah dan lembaga serta secangkir kopi hitam tanpa gula. Kenalan yuk!

3 menit

Hari ini saya terjadwal untuk memastikan si Meong mendapatkan perawatan rutinan 2 bulanan. Terlebih lagi semalam sempat berhenti di tengah jalan. Seingat saya memang sudah waktunya di servis, sekaligus mungkin lagi caper si Meong ini.

Biasanya saya memilih untuk melakukan perawatan kuda besi ini di bengkel resmi. Selain pelayanan standar, terlebih garansi servis yang diberikan dalam kurun waktu tertentu membuat lebih tenang dan tentunya puas.

Sebenarnya di dekat rumah terdapat bengkel resmi yang lokasinya sekitar perjalanan 15 menit dengan kecepatan 30-50 km/jam. Iseng-iseng saya kemudian melihat lokasi di Google Maps sekaligus melihat beberapa review yang diberikan para pelanggan sebelumnya.

Ternyata, skor rata-rata 3.6 dari skala 5. Artinya, ada cukup banyak yang menyatakan tidak puas atas layanan yang diberikan oleh bengkel ini. Dari 10 review yang diberikan ada 6 review yang menyatakan tidak puas di rentang angka 1 dan 2, meskipun ada yang memberi rating 5, tetapi dilihat waktunya sudah 1-3 tahun yang lalu. Review terbaru justru malah di rating 1 dan 2.

Rata-rata pelanggan tersebut menyebutkan ketidakpuasannya terhadap pelayanan yang diberikan, ketidakramahan, tidak lengkap, servisnya tidak menyeluruh, meskipun ada yang menyebutkan harga servisnya cukup murah.

Tetapi, saya terlanjur melihat review dan rating yang kurang baik tersebut dan memilih ke bengkel resmi lain yang menurut pengalaman saya cukup baik dan memuaskan.

_________

Ya, berawal dari review yang kurang baik ternyata bisa membuat calon pelanggan berpaling.

Lalu bagaimana dengan sekolah kita?

Pertanyaan menarik menggelitik saya, mungkin andapun juga penasaran. Saat ada orang yang mencari informasi tentang sekolah kita di Google Maps,

  • Apakah mereka menemukan profil sekolah kita? Alamat lengkap beserta nomor telepon, bahkan website sekolah?
  • Apakah mereka menemukan review kepuasan yang tinggi atau sebaliknya dari Google Maps?
  • Lalu, apakah kita juga memastikan eksistensi sekolah kita di Google Maps sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan? Atau justru sebaliknya?
Baca juga  6 Tips Konten Media Sosial untuk Sekolah dan Yayasan Selama PSBB

Nah, pertanyaan-pertanyaan tersebut tentu layak untuk dicari tahu jawabannya sekaligus membuktikan, apakah sekolah kita sudah ‘terlihat’ dengan jelas dan baik di mesin pencari macam Google dan keluarganya, Google Maps misalnya?

Reputasi sekolah dan lembaga kita di era digital ini sedikit banyak ditentukan oleh hasil review atau rating yang diberikan orang-orang yang merasakan layanan pendidikan yang diberikan oleh sekolah kita.

Jangan-jangan, selama ini kita kesulitan mencari siswa baru salah satu sebabnya adalah orang-orang tidak menemukan kita di Google Maps, foto-foto sekolah kita tampak tidak menarik dan review yang ada di Google Maps ternyata menceritakan kebalikan dari ekspektasi kita, berkebalikan dengan branding sekolah yang dibangun selama ini.

Seperti pengalaman saya tadi, kekecewaan customer, atau walimurid terhadap layanan sekolah kita, kemudian diekspresikan dengan rating atau review yang buruk di Google atau juga media sosial akan sangat berpengaruh terhadap ketertarikan mereka terhadap sekolah kita.

Jadi, apa yang perlu dilakukan untuk meningkatkan branding sekolah melalui jejak review di mesin pencari dan media sosial?

Setidaknya ada 3 langkah yang bisa kita lakukan yakni sebagai berikut:

1. Eksistensi Sekolah

Coba anda ketikkan nama sekolah anda di mesin pencari, Google dan lihat hasilnya. Apakah sekolah kita muncul juga di Google Maps beserta informasi yang relevan? Jika tidak ada, maka tugaskan tim humas untuk melakukan registrasi ke Google Maps, atau Google Place, bisa juga bekerjasama dengan teman-teman Google Contributor untuk memasukkan alamat sekolah kita di Google Maps. BTW, saya juga termasuk Google Contributor dengan Level 9.

2. Citra & Reputasi Sekolah

Setelah memastikan sekolah kita terpampang jelas di Google Maps, selanjutnya adalah kita perlu memastikan review dan rating yang diberikan kepada sekolah kita di atas 4.5, atau ini tergantung dari target yang ditentukan oleh pimpinan. Semakin mendekati 5 semakin baik. Jika ternyata di bawah 5 bahkan di bawah 4, maka lakukan strategi khusus untuk mengarahkan walimurid kita memberikan rating dan review yang bagus melalui akun personal mereka.

Baca juga  Apakah Branding sekolah = Marketing sekolah?

3. Branding sekolah terkomunikasi

Kadangkala beberapa sekolah dan lembaga tidak terlalu memperdulikan seperti apa penampakan atau perwajahan sekolah di mesin pencari ataupun media sosial. Bisa anda bayangkan, calon walimurid yang batal tertarik ke sekolah kita gara-gara melihat foto sekolah yang jadul dan tidak layak serta berkebalikan dengan brand sekolah kita.

Melalui pemastian 3 langkah di atas, harapannya adalah branding sekolah kita menjadi lebih baik. Terutama, branding yang terbangun dan tampak di mesin pencari dan media sosial.

Jadi, berapa rata-rata rating sekolah kita di Google?

Dapatkan info terbaru
melalui email..

Leave a Reply