Selasa, 03 Maret 2020

Catatan Secangkir Kopi Hitam (CSKH) Day #21 - Pembawa Pesan


Malam itu saya berkunjung ke rumah orangtua yang sekaligus jadi tempat saya untuk nebeng makan malam. Menu kali ini adalah nasi kuning ditemani dengan beberapa lauk khas perayaan ulang tahun.

Saat itu, saat hendak bersiap-siap untuk pulang ke kontrakan, ada seorang ibu muda dengan membawa anak kecil. Mungkin seusia anak kelas 2 SD. Ceritanya, ibu muda ini ingin menjahitkan bet seragam anaknya yang baru diperolehnya dari sekolah.

Saat itu juga, sedang mendung dan terdengar suara petir menyambar dari kejauhan. Ibunya yang sedang asik ngobrol dengan ibu saya tentang bawaan jahitannya selain seragam sekolah. Si anak ini yang awalnya tenang, menjadi gelisah.

Entah karena malu-malu karena bertemu dengan orang baru, atau asumsi saya ia sudah tidak sabar ingin segera pulang ke rumah.

Sembari merengek minta pulang, kemudian ia menggumam, "ayo pulang, hujan lho..". Ibunya yang awalnya masih tenang dan mencoba mengabaikannya, berubah sedikit kesal karena belum tuntasnya penjelasan yang ingin disampaikan kepada ibu saya.

Tiba-tiba, suara datangnya hujan terdengar dari luar. Rintik-rintik air hujan yang jatuh terlihat dengan jelas dengan pola bulatan di atas paving.

Lalu, dengan tergesa-gesa ibu dan anak ini pamit untuk undur diri.
____

Kita seringkali mengabaikan pesan, informasi, atau nasihat mungkin dari orang-orang yang tampak tidak penting atau levelnya di bawah kita. Level usia, pendidikan, pengalaman atau level yang kita ciptakan sendiri.

Pesan yang ternyata terbukti setelah terjadi. Seringnya juga, kita baru mengakui setelah terjadi betulan. Namun, kita belum sempat mengantisipasi atas terjadinya kejadian tersebut. Padahal, jika kita mengikhlaskan hati dan pendengaran kita sejenak untuk mendengarkan dan sekaligus mengakomodir ide, gagasan, pesan, nasihat dari orang tersebut, bisa jadi kita terhindar dari hal yang mengganggu stabilitas kita.

Lalu apa yang akan terjadi dengan organisasi kita?

Tiba-tiba ada anak muda yang kita pimpin, menemukan celah dan peluang munculnya masalah dan memberikan ide berupa nasihat yang tampaknya tidak penting dan membutuhkan energi yang cukup besar dalam mengeksekusi ide tersebut. Kita yang seringkali memandang sebelah mata akan ide ini. Atau kita merasa ide tersebut hanya fantasi belaka dari anak-anak muda yang jam terbang mengarungi kehidupan tidak bisa dibandingkan dengan kita dan para pimpinan yang berpuluh-puluh tahun duduk di struktur organisasi yang sudah membesar dan tampak kokoh.

Ketidakpekaan pendengaran dan keabaian kita terhadap ide-ide segar anak muda di organisasi kita, bisa jadi menjadi penyebab organisasi kita mengalami stagnasi yang panjang. Bahkan, terasa lelah berlari mengikuti perkembangan jaman yang begitu cepat berubah.

Bagaimana menurut anda?

Kopi saya sudah mulai dingin, rasanya butuh percikan semangat anak-anak muda untuk memanaskan secangkir kopi ini.

Bagikan

Jangan lewatkan

Catatan Secangkir Kopi Hitam (CSKH) Day #21 - Pembawa Pesan
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

Tinggalkan komentar Anda disini! Komentar berbau2 iklan atau terang2 iklan akan saya bantu promosikan tapi bukan disini :D