Jumat, 09 Agustus 2019

ULAS BUKU - Brain Gym and Me (Part 2)


Melanjutkan ulasan yang sebelumnya tentang buku Brain Gym and Me yang ditulis oleh Paul e. Dennison.

Kali ini sebelum menuntaskannya, kira-kira kurang 1/4 bagian buku ini tuntas terbaca. Saya mendapatkan insight menarik yang ingin saya ulas di tulisan kali ini.

Di Bab 5 ke atas, Dennison mengulas banyak tentang bagaimana bagian-bagian otak dan cara kerja bagian tersebut serta bagaimana memaksimalkannya. Salah satunya adalah tentang hemsifer kiri dan hemisfer kanan serta corpus collosum. Kita mengenalnya dengan belahan otak kiri, otak kanan dan otak tengah (penghubung otak kiri dan kanan).

Paradigma saya agak berubah setelah membaca bab 5-6 ini. Penulis menyampaikan bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan kelengkapan organ otak yang luar biasa. Kita sendiri (manusia) yang memberi batasan penggunaan otak yang luar biasa ini.

Seperti halnya kita sedari kecil (mungkin berlaku untauk beberapa jenis generasi), melatih belahan otak kiri yang berhubungan dengan matematis dan analitis dan mengabaikan belahan kanan yang kini marak menjadi perhatian utama.

Seolah-olah kita membedakan golongan manusia berdasarkan penggunaan otak kanan dan kirinya. Penulis mengingatkan saya dan pembacanya bahwa Tuhan memberikan kedua belah otak ini bukan digunakan dan dimaksimalkan salah satunya, namun dikombinasikan, dikerjasamakan, dikolaborasikan dengan corpus collosum (jembatan) yang ada diantara keduanya.

Potensi tak terbatas manusia bisa terakses dengan memaksimalkan kolaborasi kedua belah otak kita.

Pada bab 7, pembahasan beralih kepada jantung (heart). Penulis menukil penelitian yang dilakukan oleh John dan Beatrice Lacey tentang otak dan jantung. Kesimpulan yang cukup menggemparkan dunia saat itu (1970-an). Pasangan Lacey menemukan bahwa, ketika otak mengirimkan suatu perintah kepada jantung, jantung tidak merespon dengan refleks seperti sebuah mesin. Tetapi, respons jantung terhadap sinyal yang dikirimkan otak terlihat bervariasi. Pasangan Lacey ini juga menemukan bahwa, jantung benar-benar mengirimkan perintahnya sendiri kepada otak dan otak merespon sesuai yag diterima.

Asumsi yang sedang berkembang saat itu, otak adalah pengatur segalanya yang ada di tubuh kita (organ tubuh). Ternyata, jantung justru yang lebih 'cerdas'. Mampu mengatur otak. Jantung terlihat berinteraksi dengan semua sistem tubuh dalam banyak cara.

Bagikan

Jangan lewatkan

ULAS BUKU - Brain Gym and Me (Part 2)
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

Tinggalkan komentar Anda disini! Komentar berbau2 iklan atau terang2 iklan akan saya bantu promosikan tapi bukan disini :D