Selasa, 21 Agustus 2018

Modalitas Belajar, So What?


Modalitas belajar atau gaya belajar menurut Adi W. Gunawan adalah "cara yang lebih kita sukai dalam melakukan kegiatan berfikir, memproses dan mengerti suatu informasi".

Kita mengenal gaya belajar ini dengan 3 jenis,
1. Visual
2. Auditori
3. Kinestetik

Saya tidak akan membahas tentang masing-masing gaya belajar di atas karena pastinya teman2 sudah sangat familiar dan faham tentangnya.

Kita tahu pembelajar visual adalah pembelajar yang sangat mengandalkan indera penglihatan. Media menarik, guru menarik, atau apapun yang terlihat di depan kelas adalah daya tarik yang akan membuat pembelajar visual tidak berhenti untuk terus mengagumi dan larut dalam pembelajaran anda.

Kita pun juga tahu, pembelajar auditori adalah pembelajar yang sangat peka terhadap intonasi suara, irama suara, segala sesuatu yang bisa didengar menarik, seolah2 mengikuti pembelajaran dengan telinganya dan sangat aktif berbicara.

Kita bahkan hafal tentang polah tingkah anak-anak kinestetik yang mendominasi bagian belakang kelas. Seringkali memenuhi kelas kita dengan keramaian2 mereka, tidak jarang pula membuat kita sebagai guru harus mengelus dada karena berupaya untuk tetap tenang dan sabar.

The point is, setelah kita tahu kelas kita berisikan berbagai karakter dan gaya belajar anak-anak. So What? What happen? Aya naon?

Kita sering terjebak dengan penilaian2 siswa ini gaya belajarnya apa, siswa ini bagaimana karakternya de el el. Lalu kemudian melupakan langkah selanjutnya setelah tahu dan faham gaya belajar kelas kita. Kurikulum yang terasa sesak dan mengejar-ngejar untuk dihabiskan, pimpinan sekolah yang mengagendakan banyak acara, ditambah dengan tugas wali kelas dan tugas lain-lainnya, menyebabkan tindak-lanjut dari pasca kita mengetahui gaya belajar menjadi hampa dan tidak berlanjut. Kita sudah disibukkan dengan agenda2 lain nan padat merayap. Kita melupakan esensi mengajar bukan hanya tentang nilai dan target tuntas. Kita melupakan senyum yang seharusnya terjaga saat kita di kelas. Kita pun melupakan belajar bukan untuk kita, tapi untuk mereka. Agar mereka memahami dunia ini dan membuat mereka semakin mengagumi Sang Pencipta.

So, sampai kapan RPP anda tertumpuk di lemari Waka Kur atau lemari belakang meja anda, atau file RPP itu sudah melewati 1 windu lamanya di folder komputer anda?

Idealnya setelah mengetahui jenis gaya belajar di kelas anda, tentunya RPP yang mampu mengakomodir gaya belajar mereka perlu dioptimalkan beserta dengan desain pembelajaran dan media yang menarik.



Bagikan

Jangan lewatkan

Modalitas Belajar, So What?
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

Tinggalkan komentar Anda disini! Komentar berbau2 iklan atau terang2 iklan akan saya bantu promosikan tapi bukan disini :D