Minggu, 13 Mei 2018

Catatan Secangkir Kopi Hitam (CSKH) Day #16 - Pikiran


Manusia dilengkapi dengan satu perangkat yang mumpuni dan begitu spesial. Oleh Tuhan diberikan hanya kepada manusia. Akal.

Berbicara tentang akal, maka akan muncul asosiasi berupa orang tubuh manusia yang disebut dengan otak. Oragan vital ini menjadi pusat dari kehidupan seorang manusia. Pergerakan apapun yang dialami manusia diatur oleh organ satu ini, Secara sadar ataupun tidak sadar.

Oke. Saat menyeruput kopi hitam kali ini saya sedikit teringat saat perjalanan pulang dari kantor yang seperti biasanya, ditemani kerumunan kuda besi roda dua ataupun roda 6. Sembari menikmati padatan dan riuhnya jalan ini, sesekali saya melihat cakrawala sore yang dimana saat memandanginya tertutupi oleh tiang-tiang listrik yang membentuk bayangan hitam.

Entah mulainya darimana dan kemana, tiba-tiba kepala yang awalnya berisi tentang harapan dan doa yang dkomat-kamitkan agar segera sampai dirumah, terisi dengan berbagai macam lintasan pikiran.

Pikiran tentang menu makan malam, pikiran tentang seberapa jumlah gula yang pas untuk bikin es campur, pikiran tentang ide-ide untuk menghasilkan pundi-pundi, atau bahkan pikiran tentang orang yang lalu-lalang di samping kanan dan kiri.

Hal tersebut hanyalah sebagian pikiran-pikiran yang tertulis dan terpikirkan. Belum lagi yang melintas dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya.

Kita, dianugerahi otak yang luar biasa. Organ yang mempunyai kecepatan memproses informasi yang begitu cepat. Ditambah dengan kapasitas untuk memikirkan seabrek pikiran-pikiran tentang apapun itu. Sayangnya, organ yang punya potensi luar biasa ini juga punya batasan-batasannya. Saat ia overload informasi atau lintasan-lintasan pikiran, maka akan ada harga yang harus dibayarkan oleh empunya.

Para dokter menyebut ini dengan psikosomatis. Rasa sakit yang muncul akibat dari pikiran-pikiran berlebih (terutama pikiran yang berlawanan dengan pikiran positif). Rasa minder, takut, ragu, was-was, marah, dan emosi-emosi yang bergelayutan beserta pikiran mampu dengan efektif membuat peluang munculnya gejala-gejala aneh pada tubuh manusia. Bahkan sel kanker konon katanya berawal dari emosi negatif seseorang yang tersimpan begitu dalam.

Sebagian dari kita ada yang cerdas dalam mengelola pikiran-pikiran ini. Mereka paham kapan meletakkan dan memproses pikiran-pikiran yang luar biasa banyaknya ini. Tetapi, ada pula yang seperti kita begitu mudah memunculkan pikiran-pikiran yang berjuta-juta byte di kepala kecil ini. Ditambah dengan bumbu-bumbu emosi ingatan yang semakin memperkeruh cairan dalam otak. Efek samping kecilnya berupa rasa pusing atau sakit kepala sebelah yang muncul seketika.

Kita diberikan pilihan oleh Yang Maha Pencipta untuk memilih pikiran-pikiran mana yang kita proses, mana yang perlu kita simpan, dan mana yang perlu kita letakkan di tempat pembuangan pikiran.

Jika pikiran beserta emosi negatif itu tetap kita simpan dan sampai memenuhi ruang-ruang penyimpanan diotak kita. Jangan salahkan tubuh kita jika ia berontak dan melakukan demo besar-besaran mengalahkan demo mayday. Seperti wasit tegas yang memberikan kartu kuning, bahkan kartu merah. Akankah perlu sedemikian terjadi?

Pilihan ada di tangan anda kawan. Jika saya disuruh memilih, maka pilihan yang terbaik ada menikmati secangkir kopi panas dan menata ulang pikiran-pikiran agar tak menyesaki ruang-ruang ingatan.

Bagikan

Jangan lewatkan

Catatan Secangkir Kopi Hitam (CSKH) Day #16 - Pikiran
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

Tinggalkan komentar Anda disini! Komentar berbau2 iklan atau terang2 iklan akan saya bantu promosikan tapi bukan disini :D