Jumat, 09 Maret 2018

The Power of HOAX dan Implementasinya di Kelas, Bisa?


Ramai-ramai netizen membicarakan tentang HOAX beserta kroni-kroninya. Entah dari grup Whatsapp, di timeline facebook atau bahkan hanya sekedar dapat broadcast asing nan aseng.

Pernahkah anda membaca berita, artikel, foto, atau bahkan video berbau HOAX? Jika belum pernah maka anda perlu main lebih jauh lagi. huehehe

Nah, saya masih ingat pesan dari Pak Kyai yang sampai sekarang teringat. Kura-kura seperti ini pesannya:
Ambillah segala sesuatu itu baiknya saja, meskipun itu dari seorang penyamun sekalipun.
Saya percaya bahwasanya segala sesuatu di dunia ini dapat diambil sisi baik dan positifnya, tinggal mengganti sudut pandang dan membuka pikiran dan hati lebih jernih.

HOAX yang ternyata mampu membuat ricuh dunia persilatan di internet ternyata menyimpan hikmah untuk kita para pendidik. Temeenan ta? Sungguh temeenan iki mas, mbak. Boleh disimak seperti ini ulasannya.

HOAX mempunyai ciri-ciri khusus layaknya jenis makhluk hidup vertebrata atau invertebrata jika kita bicara tentang IPA, apa sajakah itu?

1. Judul yang Provokatif

Contoh Teknik Nyepam

Pastinya setiap berita atau artikel berbau HOAX selalu dibumbui judul-judul yang WOW, yang sangat menusuk, kadang-kadang begitu halus menyindir atau menyinyir isu tertentu. Karena si pembuatnya tentu ingin para pemirsa langsung mengklik tombol suka bahkan share padahal belum membaca isi dari berita tersebut. Judul yang mampu menghipnotis jutaan pasang mata untuk nge-LIKE dan bahkan ikut turut serta nge-SHARE.

Andaikan di awal pembelajaran di kelas kita sebegitu provokatif seperti HOAX ini menghipnotis pembaca atau para siswa dikelas. Yang awalnya siswa masih kriyep-kriyep, tiba-tiba langsung byar-byar matanya saat kita datang dan mendemonstrasikan "sesuatu". Ini biasanya di awal pembelajaran yang kita sebut sebagai APERSEPSI. Selain mampu menghipnotis siswa, kegiatan aperspsi ini mampu membuat mereka begitu tergugah SEMANGAT dan RASA INGIN TAHUnya bukan hanya tempe.

2. Ilustrasi Kuat

Hasil gambar untuk gambar ilustrasi hoax

Selain judul yang bombastis, tidak ketinggalan pula HOAX dibumbui dengan gambar-gambar atau foto-foto yang sangat kuat dampak psikologisnya. Orang yang awampun dan yang malas mencari tahu sumber gambar dan asal-usul gambar, langsung merasa gemes, merasa terpantik emosinya saat melihat gambar dan judul yang provokatif tersebut.

Bayangkan jika di kelas, diproses pembelajaran kita dilengkapi dengan media yang mampu mengkomodir peserta didik yang beraneka ragam (visual, auditori dan kinestetik). 

3. Ringkas

Hasil gambar untuk simple

Pembuat HOAX tahu betul bahwa orang-orang Indonesia, selain males membaca tuntas hanya pada judulnya juga males membaca artikel atau berita yang terlalu panjang. Maka mereka memproduksi HOAX seeringkas mungkin dan seefisien mungkin agar tuntas habis terbaca dalam waktu singkat.``

Nah, proses pembelajaran pun demikian. Tidak perlulah kita sebagai guru sampai berbusa-busa saat sesi penjelasan. Belum lagi jika ternyata para siswa sudah pada menguap dan fikiran mereka kemana-mana. Guru jaman now bukan lagi penceramah yang di depan kelas berapi-api saat menjelaskan sampai keringat bercucuran sedangkan para siswanya anteng, duduk manis dan bahkan terlelap. Guru jaman now adalah guru yang menjadi partner, yang menjadi fasilitator, yang menjadi motivator dan supporter untuk mereka yang sedang berpetualang mencari ilmu. tsahhh

4. Melibatkan Emosi

Hasil gambar untuk emosi hoaks

Coba anda perhatikan berita-berita HOAX, pasti mereka entah di awal atau di tengah bahkan di akhir begitu pintar memainkan emosi pembaca. Jika lengah, maka tanpa sadar dan penuh dengan emosi nge-LIKE dan nge-SHARE info tersebut, padahal belum melakukan tabayyun, riset, mencari tahu fakta, de el el.

Pembejaran yang sukses bukan hanya berhasil membuat para siswa mencapai semua indikator yang ditetapkan, tetapi juga tentang bagaimana emosi mereka terlibat saat proses pembelajaran berlangsung. Antusias, semangat, terlibat aktif, bertanya, berdiskusi, mengeluarkan pendapat, menghargai pendapat, sampai pada merefleksikan apa yang dipelajari hari itu.

Have you get the point guys?

Yes, ternyata HOAX punya beberapa hikmah unik dan menarik untuk disimak serta tentunya diamalkan di kelas-kelas anda. Atau anda sudah mencobanya di kelas?

Bagikan

Jangan lewatkan

The Power of HOAX dan Implementasinya di Kelas, Bisa?
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

Tinggalkan komentar Anda disini! Komentar berbau2 iklan atau terang2 iklan akan saya bantu promosikan tapi bukan disini :D