Rabu, 14 Maret 2018

[Bedah Buku] STUPID Marketing (Part 1)


STUPID adalah sebuah fomula yang sangat dibutuhkan oleh seorang marketer agar dapat BERUBAH, BEREVOLUSI, dan BERTRANSFORMASI menjadi seorang marketer masa depan yang kreatif dan inovatif.

STUPID Marketer adalah pribadi yang ingin terus be;ajar dan berkembang, tidak pernah merasa puas karena memposisikan diri sebagai seorang yang bodoh dan haus ilmu.

STUPID terdiri dari 6 langkah-langkah dalam melakukan aktivitas marketing:

1. Searching Opportunity

STUPID marketer harus mencari peluang-peluang baru dalam bisnis, tidak boleh berpuas diri dengan keadaan sekarang, jika saat ini sudah baik, terus dikembangkan menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Untuk mendapatkan peluang baru ada 2 cara yang bisa dilakukan yakni: Radar ON dan Antenna UP. Artinya menyalakan radar peluang agar mampu menangkap sinyal peluang setiap saat dengan melibatkan sepenuh hati ke dalam bisnis anda. Sedangkan sinyal peluang diperoleh dari: pelanggan, komunitas pelanggan dan perusahaan/lembaga.

2. Theoretical Research

STUPID marketer akan benar-benar stupid jika tidak pernah melalui proses yang dinamakan riset sebelum bertindak. Melakukan riset sederhana namun dengan metode yang tepat agar yang dilihat benar-benar memiliki peluang dan ada marketnya.
Pengujian ide ini ada 2 cara:
a. Test the water
Menggunakan eksperimen sederhana (mengajukan pertanyaan), survei online dan wawancara tingkat lanjut dengan orang-orang yang bersangkutan
b. Validasi orang sekitar
Untuk validasi ide ada 3 cara yang bisa digunakan: informal discussion (one on one), informal networking (one to manyy) dan informal gathering (many to many)

3. Utilize Idea

STUPID marketer sudah melalui proses S dan T, boleh merujuk ke proses utilize idea. Pada proses ini kita perlu membuat marketing plan yang berisikan faktor biaya, tenaga kerja, teknologi dll.

STUPID marketer berangkat dari pasar yang sudah ada saat ini, melayani captive market (pelanggan lama, saudara/rekan dari pelanggan itu) lebih baik dari sebelumnya dan terus mengembangkan pasar dengan cara menganalisis kebutuhan atau keinginan mereka dan menciptakan produk/jasa baru melalui ide-ide yang STUPID.

4.Penetrate Market

STUPID marketer adalah marketer yang melakukan ACTION bukan hanya talk only no action. Sebelum melakukan penetrasi ke pasa, pastikan produk baru anda sudah layak jual, dari segi kualitas dan harganya. Ada 3 faktor yang harus diperhatikan sebelum anda merumuskan berapa harga produk yang pantas untuk di-offer ke pasar.
a. Customer cost-benefit
Bukan hanya nilai (value) produk saja yang dicari pelanggan, mereka sesungguhnya lebih mengutamakan manfaat (benefit) produk yang anda jual. Manfaat adalah selisih dari value yang diterima pelanggan, dikurangi dengan cost yang mereka keluargan untuk menikmati produk anda.
b. Competitor Pricing
Kita perlu mengetahui harga yang dijual oleh kompetitor untuk produk yang sejenis dengan kita. Meskipun kita sudah mempertimbangkan cost-benefit untuk pelanggan, tetapi jika kompetitor bisa memberikan harga yang lebih murah dengan kualitas sama bahkan lebih baik dari produk anda mereka akan lari kepada kompetitor anda.
c. Demand/Supply
Kita juga perlu mempertimbangan jumlah permintaan (demand) dan penawaran (supply) sebelum nenetapkan harga produk. Semakin banyak pelanggan ytang mencari produk anda, maka semakin tinggi pula harga yang bisa anda offer ke mereka. Sebaliknya, saat pasar sedang sepi, maka coba turunkan harga produk dengan cara memberikan diskon, cashback, dsb.

5. Incredible Result

Jika langkah-langkah mulai dari S-T-U-P dilakukan dengan baik. Hasil yang WOW akan tampak didepan mata. Ada dua hasil yang bisa kita ukur yakni:
a. Customer Metric
Kualitas pelanggan semakin baik, diukur berdasarkan tingkat kepuasan, loyalitas, dan retensi mereka terhadap produk kita.
b. Financial Metric
Kinerja keuangan semakin baik, khususnya terkait marketing diukur berdasarkan revenue, marketing cost dan cash flow.

6. Do Review

STUPID marketer harus tetap melakukan review atas pencapaian yang dihasilkan. Apakah sesuai marketing plan atau meleset?
Ada 4 cara untuk melakukan review:
a. External Review
Review ini dilakukan oleh customer dengan mengajukan pertanyaan, apakah mereka sudah mendapatkan value yang mereka inginkan?
b. Green Review
Review ini adalah tentang pertanyaan apakah kita sudah mendukung customer untuk berkontribusi terhadap pelestarian alam kita?
c. CSR Review
Dengan melakukan CSR berkelanjutan, perusahaan akan mendapatkan keuntungan dalam jangka waktu panjang pula. Setidaknya ada beberapa keuntungan diantaranya: meningkatkan brand awareness perusahaan, memperkuat brand image perusahaan, mengembangkan kerja sama dengan masyarakat dan lingkungan, membedakan perusahaan anda dengan kompetitor, membuka akses untuk investasi dan pembiayaan dan meningkatkan harga saham perusahaan.
d. Internal Review
Internal review ini memastikan orang-orang yang berada dalam perusahaan kita dalam keadaan bahagia.

Nah, buku ini juga dilengkapi dengan self assessment yang akan sangat membantu para marketer yang ingin mengetahui seberapa jauh perkembangan dari masing-masing S.T.U.P.I.D. Simak artikel lanjutannya kawan.

Bagikan

Jangan lewatkan

[Bedah Buku] STUPID Marketing (Part 1)
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

Tinggalkan komentar Anda disini! Komentar berbau2 iklan atau terang2 iklan akan saya bantu promosikan tapi bukan disini :D