Rabu, 21 Februari 2018

Inspirasi Presentasi yg Saya Dapatkan dari Anak-anak


Menjadi presenter yang menyenangkan bukanlah perkara yang mudah apalagi dihadapkan pada sekumpulan orang yang pasangan matanya menatap anda penuh penghayatan.

Sama seperti halnya menjadi pembicara di depan publik, presenter mempunyai tantangan tersendiri yang harus dipenuhi untuk membuat puluhan, ratusan atau bahkan ribuan tatapan mata menjadi tertarik dan tujuan presenter tersebut tercapai.

Menjadi menarik jika anda menyempatkan waktu untuk mengamati cara berpresentasi anak-anak yang keluguan dan kepolosannya masih terjaga dari debu-debu dari dunia dewasa. Sayapun hari ini mencoba mengamati sekaligus merekam baik-baik cara mereka melakukan presentasi yang memukau, sedap dimata dan berbunga di hati.

Anak-anak sebelum melakukan presentasi di dalam hatinya berkumpul perasaan yang seperti halnya orang dewasa rasakan tatkala mendapat tugas berat ini. Maka akan tampak kelucuan dan keunikan dari ekspresi mereka. Perasaan tertantang, ingin mencoba, ingin berhasil dan rasa takut serta cemas. Kelompok yang tampil kali ini terdapat seorang anak laki-laki yang menjadi leader dari kedua anggota lainnya yang kebetulan perempuan anggotanya.

Jika saya merangkumnya menjadi poin-poin yang bisa kita simak bersama yaitu:
  1. Tertantang dan termotivasi. Jika melihat raut wajah mereka dan ekspresi yang mereka tunjukkan sewaktu menunggu giliran untuk maju presentasi, maka saya melihat dan merasakan rasa tertantang dan termotivasi mereka yang sangat kuat sebelum tampil. Perasaan yang terkadang sebagai orang dewasa begitu kesulitan untuk menumbuhkannya karena keburu layu dan rendah diri sesaat sebelum tampil di depan. 
  2. Menikmati. Mesikpun dengan awalan yang lucu dan kelihatan canggung, mereka dengan modal rasa tertantang dan termotivasi membuat proses selanjutnya saat presentasi adalah mereka melemparkan senyum yang lebar kepada audiens, dan membalas senyum bahkan tertawa kecil manakala mereka sendiri membuat kesalahan dalam mengucapkan kalimat atau kata-kata yang kebetulan cukup sulit untuk dilafalkan. Mereka tidak serta merta menjadi kikuk, panik, lalu berkeringat dingin, kemudian merasakan mulas2 yang mendadak datang seperti orang dewasa. Alih-alih merasa demikian, mereka, anak-anak begitu menikmati setiap proses presentasi secara alami. Memulai dengan suara terbatah-batah lalu menjadi lancar, kemudian sambil tetap tersenyum dan memperbaiki intonasi, sesekali keliru dalam melafalkan namun tetap mereka terlihat menikmatinya. 
  3. Berpusat pada masa kini. Pandangan mereka saat presentasi adalah pandangan optimis dengan pnemapilan mereka, apalagi jika dipandu oleh seorang guru yang pandai memotivasi dan memberikan inspirasi. Sedangkan orang dewasa seperti kita terkadang berorientasi pada hasil presentasi, pada ekspresi audiens yang puas atau pujian atasan yang membuat proses menikmati setiap alur saat presentasi menjadi ujian yang menegangkan dan seolah-olah mempertaruhkan harga diri yang tidak bisa ditawar lagi. 
  4. Nothing to loose. Perasaan ikhlas dan tawakkal pasca berusaha adalah ciri khas anak-anak yang saya tangkap hari ini. Mereka tidak terbebani dengan perasaan was-was jika hasil presentasi tidak maksimal, tidak bisa memuaskan penonton atau memuaskan pimpinan, atau ketakutan-ketakutan akan kekalahan yang diciptakan dengan sendirinya. Menjadi bahagia tidak tertekan dan let it flow seringkali ditinggalkan oleh orang dewasa. 
Nah, empat pelajaran penting ini saya dapatkan setelah mengamati anak-anak melakukan presentasi di depan kelas. Pelajaran berharga ini semoga menjadi inspirasi serta manfaat bagi anda yang tengah berlatih dan berusaha menjadi lebih baik lagi dalam melakukan presentasi.

Meskipun ada banyak sekail faktor lain yang mungkin tidak terbahas disini, inspirasi yang saya dapatkan dari anak-anak ini patutlah menjadi bahan untuk mengevaluasi diri kita serta mengukur seberapa jauh kita menikmati proses seperti anak-anak ini?

Selamat berlatih kawan :)

Bagikan

Jangan lewatkan

Inspirasi Presentasi yg Saya Dapatkan dari Anak-anak
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

Tinggalkan komentar Anda disini! Komentar berbau2 iklan atau terang2 iklan akan saya bantu promosikan tapi bukan disini :D