Sabtu, 20 Januari 2018

Apresiasi-Penghargaan-Pujian


Hari ini hari ke 3 saya menjadi penonton, eh pengamat sekaligus berlatih utk bertanya dan mendengar aktif (baca: coaching).

Selama 3 hari ini saya mencoba membuka lebar telinga yg kelihatannya kecil dari luar dan memutar otak agar bisa membuat pertanyaan yg mampu membantu yg ditanya menemukan solusi atas permasalahan yg tengah mereka hadapi saat proses pembelajaran di kelas.

Mulai dari pelajaran Matematika, Fisika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dll saya duduk manis di belakang, kadang juga di depan atau disamping, tergantung dari ketersediaan tempat utk tubuh yg tak lagi lanxing ini.

Ada rasa rindu, rasa senang dan rasa-rasa yg tidak bisa dituliskan saat melihat proses belajar-mengajar di kelas. Melihat anak yg menguap-nguap sampai matanya berair membuat saya tersipu-sipu dalam hati. Melihat anak yg begitu kritis dan antusias dalam bertanya membuat hati saya berkembang bahagia jika menjadi gurunya.
Dan pelbagai macam yg muncul dalam hati saat melihat tingkah guru ataupun muridnya.

Ah, saya jadi ingat saat2 di kelas dan melihat pelbagai rona dan ekspresi anak-anak. Ada yg sedsri pagi sudah memasang muka ngantuk, lalu jika terdengar bel istirahat tiba-tiba matanya menjadi bersinar terang, seterang lampu pijar. Tapi redup kembali saat masuk ke dalam kelas. Ada juga yg model ekspresinya yg awalnya biasa-biasa lalu naik menjadi periang, lalu menjelang sore berubah menjadi lesu dan layu kembali.

Sungguh kawan Guru, berbahagialah karena kalian bisa menjadi saksi atas perubahan2 yg terjadi pada anak2. Melihat rona wajah yg begitu semangat setelah berhasil menyelesaikan tugas atau menjawab pertanyaan dg sempurna. Melihat pula perubahan dari yg awalnya bermuka lesu dan cuek lalu berubah menjadi wajah yg penuh semangat dan antusias saat anda memberikan pujian kepadanya.

Menjadi guru, mempunyai sejuta cerita, sejuta hikmah dan perjuangan tentunya. Ada senyum, tawa, suka, duka.

Yg menjadi catatan saya selama 3 hari ini adalah tidak banyak guru setingkat sekolah menengah utk ringan hati memberikan pujian, apresiasi atas tindakan positif ataupun keberhasilan kecil.

Kalau di sekolah dasar, sebagian besar guru2 terbiasa berkata, "Wah, rajinnya mas ini. Lanjutkan mas", sambil menepuk pundaknya saat ia membersihkan sampah yg bukan miliknya. "Wah, luar biasa pertanyaannya Mbak. Ini pertanyaan calon ilmuan sukses", sambil tersenyum bangga kepada anak yg melontarkan pertanyaan sederhana terkait dg materi pembelajaran.

Semua orang suka dipuji, tidak terkecuali anak-anak. Bukan hanya anak SD, anak SMP, SMA, Mahasiswa bahkan orang dewasa akan merasa terhargai saat dihargai, diberikan apresiasi atas tindakan positifnya.

Membiasakan hal ini tidaklah mudah, apalagi jika sedari awal memang belum menjadi kebiasaan memberika apresiasi atau penghargaan. Tidak jarang juga ditemui, anak yg jarang mendapatkan apresiasi dan pujian dirumah mencari apresiasi itu diluar rumah yg sayangnya bertemu dg orang yg salah.

Masih saja enggan utk memberikan apresiasi dan pujian kepada mereka?

Bagikan

Jangan lewatkan

Apresiasi-Penghargaan-Pujian
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

Tinggalkan komentar Anda disini! Komentar berbau2 iklan atau terang2 iklan akan saya bantu promosikan tapi bukan disini :D