Kamis, 26 Januari 2017

Catatan Secangkir Kopi Hitam (CSKH) Day #1


Malam ini seusai di bawah guyuran hujan imut-imut, hati saya tergerak untuk mampir sejenak di warung sederhana ini. Tulisan di spanduk kain yg sangat terlihat dari jarak pandang 500 m (*mungkin).

Tidak ada yg terlihat mencolok kecuali penjualnya yg merupakan sepasang paruh baya, atau mungkin lebih tepatnya sepasang kakek dan nenek. Rekues saya karena badan sedikit bergetar akibat tiupan angin malam plus rintik2 hujan imut adalah es te em je.

Sambil mengamati sang nenek meracik pesanan saya, terbesit bayangan keseharian mereka. Kesabaran sang nenek dalam membantu sang kakek yg terkadang karena faktor usia seringkali menjatuhkan barang saat menyiapkan pesanan pembeli.

Dan tiba-tiba terbersit juga sebuah pikiran, everybody were fighting. Semua orang tengah berjuang dengan kehidupan masing-masing. Setiap orang tidak peduli tua, muda berjuang utk bertahan hidup. Bisa jadi perjuangan mereka diluar sana jauh lebih dahsyat daripada kita.

Ah, protes kita kepada Tuhan saja tak berhenti atas 'beban' dan 'ujian' yg sedang kita bawa.

Sampai pada momen ini paling tidak saya menyadari dan mulai menampar diri saya utk bersyukur dan 'berjuang' sesuai kemampuan dan jalan yg diberikan-Nya.

Secangkir kopi hitam ini jadi berlipat nikmatnya.

#CSKH #CatatanSecangkirKopiHitam

Bagikan

Jangan lewatkan

Catatan Secangkir Kopi Hitam (CSKH) Day #1
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

Tinggalkan komentar Anda disini! Komentar berbau2 iklan atau terang2 iklan akan saya bantu promosikan tapi bukan disini :D