Selasa, 03 Mei 2016

Manajemen Resiko


Pernahkah anda berkendara dijalanan yang sangat ramai, dimana anda sering dihadapkan pada keputusan menyalip atau tetap berada di belakang mobil-mobil besar?

Saat menemukan posisi yang sangat tidak pewe (penak dhewe) dijalan raya. Contohnya: anda sedang mengendarai sepeda motor roda dua (ya iyalah masak roda tiga?), tepat dihadapan anda ada sebuah truk yang cukup besar memnuhi jalan yang ada di depan Anda. Jalan ini kebetulan berisikan 2 lajur yang tidak dibatasi pembatas kecuali garis lurus yang serinkali orang terlena dengan melewatinya, dan berharap tidak ada bapak seragam cokelat yang tiba-tiba gatel ingin nyemprit.

Ada 2 pilihan yang harus anda pilih, pertama, tetap stay cool dibelakang  truk itu sambil berharap truk itu berbelok ke kanan atau kekiri sehingga jalanan di depan anda menjadi kosong dan anda bisa tancap gas. Atau pilihan yang kedua, anda memilih untuk menyalip dari sisi kanan truk (atau mungkin malah kiri) dengan resiko, bisa saja anda tersenggol, bisa saja tiba-tiba dari arah berlawanan muncul kendaraan lain yang seolah ingin meminta tanda tangan anda.

Anda pilih yang mana? Pertama atau kedua?

Jika anda tipe yang suka dengan ketenangan, main aman saja, mungkin pilihan pertama adalah pilihan yang paling bijaksana. Dengan memperhitungkan keamanan dan keselamatan pribadi anda, pilihan pertama jauh lebih baik. Tetapi resiko lain bisa saja muncul, waktu anda semakin terkuras karena menunggu truk itu pergi dari hadapan anda, atau bisa jadi truk itu berhenti mendadak dan anda terserang serangan jantung tiba-tiba dan bisa saja kecelakaan itu tidak terelakkan lagi.

Jika anda tipe orang yang suka mengambil resiko, pilihan kedua mungkin bisa jadi pilihan yang sangat menantang untuk dicoba. Dengan perhitungan yang cepat dan tepat, anda bisa melewati truk itu dengan lincah dan penuh kemenangan. Atau malahan kesalahan fatal dengan memilih pilihan ini membuat anda berakhir di rumah kerjanya para dokter dan suster.

Terkadang pilihan ini muncul di bagian kehidupan kita, memilih bertahan atau bertindak dengan mengambil resiko sepenuhnya. Tentunya jika anda memilih pilihan yang penuh resiko, pastikan anda sudah memeprhitungkan dengan cepat dan cermat resiko apa yang bisa dihadapi dan cara meminimalisir resiko tersebut atau bahkan menghilangkan resiko tersebut. Menambah kecepatan, meningkatkan akselerasi (percepatan) dan memilih arah yang tepat.

Pilihan apapun ada ditangan anda. Jangan lupa berdoa kepa Sang Maha Bijaksana agar anda dipermudah dalam memilih dan pilihan itu menjadi cerita yang terbaik untuk anda.

Selamat memilih :)

Bagikan

Jangan lewatkan

Manajemen Resiko
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

Tinggalkan komentar Anda disini! Komentar berbau2 iklan atau terang2 iklan akan saya bantu promosikan tapi bukan disini :D